EDUKASI PENANGANAN PENYU HIJAU (Chelonia mydas) TERLUKA AKIBAT PENANGKAPAN LIAR OKNUM MASYARAKAT KELURAHAN SUPRAU
DOI:
https://doi.org/10.15578/bs.v1i02.12Kata Kunci:
pelestarian penyu, penyu hijau, sosialisasi, penanganan penyuAbstrak
Jumlah populasi penyu dari tahun-ketahun mengalami penurunan. Salah penyebabnya adalah penangkapan yang dilakukan masyarakat untuk tujuan konsumsi. Pada 29 April 2021 telah dimankan satu ekor penyu hijau oleh Dit. Polair Kota Sorong dengan kondisi terluka yang akan dijadikan bahan konsumsi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk edukasi penanganan penyu terluka dan sosialisasi terkait pelestarian penyu kepada masyarakat. Metode kegiatan penanganan penyu yaitu dengan perawatan secara langsung setiap hari dengan pemberian obat dan program makan penyu, sedangkan kegiatan sosialisasi dilakukan dengan mini workshop yang dihadiri oleh perwakilan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Direktorat Polair Kota Sorong, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua Barat, Pengadilan Negeri Sorong, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP), Dinas Perikanan Kota Sorong, Yayasan Penyu Papua, Conservation International (CI) dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan penanganan penyu terluka, penyu sehat Kembali dengan luka yang mongering sehingga penyu dapat dilepasliarkan kea lam. Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar dengan peningkatan pemahaman terkait pentingnya pelestarian penyu oleh masyarakat dengan ditandatanganinya Nota Kesepemahaman terkait pelestarian penyu.
Referensi
Adnyana, I. B. W. (2004). Turtle Trade in Bali: A Retrospective, Current Situations and Future Challenges for its Control. WWF Wallacea Office.
Adnyana, I. B. W., Adnyana, I. B. N. P., & Siswanto. (2020). Profil Darah Penyu Hijau (Chelonia mydas) Sebelum dan Sesudah Direhabilitasi. Indonesia Medicus Veterinus, 9(6), 1002–1011.
Akira, R., Windia, I. N., & Adyana, B. W. (2012). Komposisi Genetik Penyu Hijau (Chelonia mydas) Hasil Tangkapan Liar dari Nusa Tenggara Barat (Bima dan Teluk Cempi). Indonesia Medicus Veterinus, 1(1), 22–36.
Azkab, M. H. (1999). Penyu Hijau (Chelonia Mydas L.) yang Senang Melahap Lamun Hijau yang Segar. Oseana, XXIV(2), 13–20.
Chaloupka, M., Dutton, P., & Nakano, H. (2004). Status of Sea Turtle Stocks in the Pacific. FAO Fisheries Report, 738, 135–164. https://www.fao.org/3/y5750e/y5750e07.htm
Dermawan, A., Nuitja, I. N. S., Soedharma, D., Halim, M. H., Kusrini, M. D., Lubis, S. B., Alhanif, R., Khazali, M., Murdiah, M., Wahjuhardini, P. L., Setiabudiningsih, & Mashar, A. (2009). Pedoman Teknis Pengelolaan Konservasi Penyu. Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan RI.
Fajar, S., Kushartono, E. W., & Redjeki, S. (2018). Morfometri Penyu Yang Tertangkap Secara Bycatch Di Perairan Sambas, Kalimantan Barat. Journal of Marine Research, 7(2), 125–132.
Hirth, H. F. (1971). Synopsis of the biological data on the green turtle Chelonia mydas (Linnaeus 1758). FAO Fisheries Synopsis No. 85.
Indian Ocean Tuna Commission (IOTC). (2015). 11th Working Party On Ecosystems And Bycatch (WPEB11).
IUCN. (2021). The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2020-3. Https://Www.Iucnredlist.Org/Search?Query=cherax&searchType=species.
Limpus, C. J., & McLachlan, N. (1994). The conservation status of the leatherback turtle, Dermochelys coriacea In Australia. Proceedings of the Australian Marine Turtle Conservation Workshop.
Mortimer, J. A. (1981). The Feeding Ecology of the West Caribbean Green Turtle (Chelonia mydas) in Nicaragua. Biotropica, 13(1). https://doi.org/10.2307/2387870
Nugraha, B., Jatmiko, I., & Hartaty, H. (2017). Penanganan penyu yang tertangkap rawai tuna di Samudera Hindia. Depik (Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir Dan Perikanan), 6(1). https://doi.org/10.13170/depik.6.1.5887
Sadili, D., Adnyana, I. B. W., Suprapti, D., Sarmintohadi, Ramli, I., Harfiandri, Rasdiana, H., Sari, R. P., Miasto, Y., Annisa, S., Terry, N., & Monintja, M. P. M. (2015). Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Penyu: Vol. Periode 1: 2016-2020 (A. Dermawan, Ed.). Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia.
Spotila, J. R., Dunham, A. E., Leslie, A. J., Steyermark, A. C., Plotkin, P. T., & Paladino, F. V. (1996). Worldwide population decline of Dermochelys coriacea: are leatherback turtles going extinct. Reducción mundial de la población de Dermochelys coriaceae: están las tortugas baula en vía de extinción. Chelonian Conservation and Biology, 2(2), 209–222.
Spotila, J. R., Reina, R. D., Steyermark, A. C., Plotkin, P. T., & Paladino, F. V. (2000). Pacific Leatherback Turtles Face Extinctio. Nature, 405, 529–530.
Supriharyono. (2000). Pelestarian dan pengelolaan sumber daya alam di wilayah pesisir tropis. Gramedia Pustaka Utama.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Mohammad Sayuti, Ferliana Widasari, Ahmad Junaidi, Agung Setia Abadi, Achmad Sofian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







