PENINGKATAN EFISIENSI USAHA BUDIDAYA MELALUI PELATIHAN DAN IMPLEMENTASI PAKAN IKAN BERBASIS BAHAN LOKAL DI KAMPUNG KLASMELEK, KABUPATEN SORONG
DOI:
https://doi.org/10.15578/bs.v6i1.121Kata Kunci:
pakan ikan, bahan lokal, efisiensi biaya, budidaya, Pengabdian MasyarakatAbstrak
Pakan merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi budidaya ikan yang dapat mencapai 60–70%, sehingga menjadi faktor kunci dalam menentukan efisiensi dan keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pengetahuan peserta, mengevaluasi kualitas pakan hasil pelatihan, serta mengukur potensi efisiensi biaya produksi melalui penggunaan pakan berbasis bahan lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Oktober 2024 di Kampung Klasmelek, Kabupaten Sorong, dengan melibatkan 20 pembudidaya ikan yang tergabung dalam Pokdakan Sumber Berkah dan Malasom Maju. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan penyuluhan, pelatihan teknis, pendampingan praktik, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta analisis biaya produksi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 85-90% pada aspek bahan baku, formulasi, dan teknik produksi pakan. Pakan yang dihasilkan memiliki karakteristik fisik yang baik dan tingkat palatabilitas tinggi, ditunjukkan dengan respon konsumsi ikan kurang dari 10 detik. Secara ekonomi, penggunaan pakan mandiri mampu menekan biaya sebesar 20–30% dibandingkan pakan komersial. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pembudidaya, kemandirian pakan, serta efisiensi usaha budidaya.
Referensi
Affrianto, E., & Liviawaty. (2005). Pakan Ikan dan Perkembangannya. Kanisius. ttps://scholar.google.com/scholar?cluster=8668100898282069035&hl=en&oi=scholarr
Boyd, C. E. (2015). Water Quality: An Introduction (2nd ed). Springer. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=aKgK83ANjk8C&oi=fnd&pg=PP11&dq=Boyd,+C.+E.+(2015).+Water+quality:+An+introduction+(2nd+ed.).+Springer.&ots=vIjm4xhEGY&sig=lqmQdeACypfu_qJ7MZywu0d6APY&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false
Cahyoko, Y., Rezi, D. G., & Mukti, A. T. (2011). Pengaruh Pemberian Tepung Magot (Hermetia illucens) Dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan, Efisiensi Pakan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio L.). Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, 3(2), 145–150.
D’Abramo, L. R. (2021). Sustainable aquafeed and aquaculture production systems as impacted by challenges of global food security and climate change. Journal of the World Aquaculture Society, 52(6), 1162–1167. https://doi.org/10.1111/jwas.12867
Ernawati, Abadi, A. S., Kadarusman, Puspitasari, A. W., Yani, A., Hismayasari, I. B., Poltak, H., Rasnijal, M., Kagiling, R., Ghurdi, Situmorang, K., & Nurohman, H. (2026). Performance of Kebar Leaf Meal on Gonad Maturation Level of Comet Fish. Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries, 30(1), 2773–2791.
Ernawati, Abadi, A. S., Poltak, H., Yani, A., Hajirun, Irawati, Saidin, Gurdi, Lambe, M. F., & Taale, I. Y. (2024). Kinerja Protein yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp.). Jurnal Airaha, 4(02), 7823–7830.
FAO (Food and Agriculture Organization). (2022). The State Of World And Aquaculture : Towards Blue Transformation. FAO.
Hardy, R. W. (2010). Utilization of plant proteins in fish diets: Effects of global demand and supplies of fishmeal. Aquaculture Research, 41(5), 770–776. https://doi.org/10.1111/j.1365-2109.2009.02349.x
Kaushik, S. J. (1995). Nutrient requirements, supply and utilization in the context of carp culture. Aquaculture, 129(1–4), 225–241. https://doi.org/10.1016/0044-8486(94)00274-R
NRC. (2011). Nutrient requirements. National Academies Press. https://scholar.google.com/scholar?hl=en&as_sdt=0%2C5&q=National+Research+Council.+%282011%29.+Nutrient+requirements+of+fish+and+shrimp.+&btnG=
Petty, J. N. (1995). Participatory Learning For Sustainable Agriculture. In World Development (Vol. 23, Issue 8, pp. 1247–1263).
Roger, E. . (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press. https://scholar.google.com/scholar?hl=en&as_sdt=0%2C5&q=Rogers%2C+E.+M.+%282003%29.+Diffusion+of+innovations+%285th+ed.%29&btnG=
Sarmin, S., Setyastuti, A. I., Yudistira, D. indra, & Prasetyo, D. Y. B. (2025). Specific Growth Rate (SGR), Feed Conversion Ratio (FCR), and Survival Rate (SR) of Nile tilapia (Oreochromis niloticus) fed probiotics (Probio-7) with different concentrations. Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, 3, 331–336. https://doi.org/10.29103/aa.v12i3.21970
Sayuti, M., Supriatna, I., Setia Abadi, A., B. Hismayasari, I., Ernawati, E., & Saidin, S. (2021). Pelatihan produksi pakan buatan skala rumah tangga untuk pembudidaya ikan di kota Sorong, Papua Barat. Yumary : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 117–126. https://doi.org/10.35912/yumary.v2i1.100
Shofura, H., Suminto, & Chilmawati, D. (2017). Pengaruh Penambahan “Probio-7” Pakan Buatan Terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan, Pertumbuhan Kelulushidupan Benih Ikan Nila Gift (Oreochromis Niloticus). Sains Akuakultur Tropis, 1(1), 10–20.
Suprayudi, M. ., Indriastuti, L., & Setiawati, M. (2006). Pengaruh Penambahan Bahan-Bahan Imunostimulan Dalam Formulasi Pakan Buatan Terhadap Respon Imunitas Dan Pertumbuhan Ikan Kerapu Bebek, Cromileptes altivelis. Jurnal Akuakultur, 5(1), 2006.
Tacon, A. G. J., & Metian, M. (2015). Feed matters: Satisfying the feed demand of aquaculture. Reviews in Fisheries Science and Aquaculture, 23(1), 1–10. https://doi.org/10.1080/23308249.2014.987209
Yulianto, T. (2018). Uji stabilitas, daya apung dan warna serta aroma pada pelet yang berbeda. Dinamika Maritim, 6(2), 5–8. http://ojs.umrah.ac.id/index.php/dinamikamaritim
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Buletin SWIMP

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







