Pengembangan Sistem Silvofishery untuk Budidaya Kepiting Bakau Berkelanjutan di Kawasan Mangrove Kladufu

Penulis

  • Hendra Poltak Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
  • Ernawati
  • Ismail
  • Daniel Heintje Ndahawali
  • Asthervina Widyastami Puspitasari
  • Agung Setia Abadi
  • Kadarusman
  • Handayani
  • Saidin
  • Ghurdi
  • Fataha Ilyas Hasan
  • Ahmad Yani
  • Desilina Arif
  • Rusli
  • Chandika LestariaJi
  • Akbar Falah Tantri

DOI:

https://doi.org/10.15578/bs.v5i2.83

Kata Kunci:

Silvofishery, Kepiting Bakau, Pengabdian Masyarakat, Pelestarian Mangrove, Budidaya Berkelanjutan

Abstrak

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan sistem budidaya kepiting bakau yang berkelanjutan melalui pendekatan silvofishery di kawasan mangrove Kladufu, Sorong, Papua Barat Daya. Masyarakat pesisir di daerah ini menghadapi tantangan dalam meningkatkan produktivitas usaha budidaya kepiting bakau akibat terbatasnya pengetahuan mengenai teknik budidaya yang ramah lingkungan dan rendahnya akses terhadap teknologi modern. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada masyarakat tentang penerapan sistem silvofishery yang mengintegrasikan pelestarian mangrove dengan budidaya kepiting bakau. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan dan pengetahuan masyarakat, dengan 85% peserta mampu mengaplikasikan teknik yang diajarkan dan 90% merasa lebih percaya diri dalam mengelola tambak silvofishery. Selain itu, penerapan sistem ini mampu meningkatkan produktivitas kepiting bakau hingga 250%, sambil menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang baik bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir maupun bagi kelestarian lingkungan.

Referensi

Adjie, G. (2019). Pemetaan Capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Dalam Budidaya Perikanan Dengan Model Silvofishery (Studi Kasus: Perencanaan Budidaya Kepiting Silvofishery Di Desa Pulau Cawan). Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, 5(1).

Anton, A., Leilani, A., Budiyati, B., Syahrir, M., Supryady, S., Regan, Y., Ihwan, I., Yunarty, Y., Kurniaji, A., & Saridu, S. A. (2022). Penigkatan Kapasitas masyarakat dalam Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dan Kepiting Bakau (Scylla spp.) di Desa Panyiwi, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone. Jurnal Abdi Insani, 9(3), 839–851.

Eddy, S., Iskandar, I. I., Ridho, M. R., & Mulyana, A. (2019). Restorasi hutan mangrove terdegradasi berbasis masyarakat lokal. Indobiosains.

FAO. (2020). Global Forest Assessment Resources 2020: Main report.

Hidayat, A., & Dessy, D. R. (2021). Deforestasi Ekosistem Mangrove Di Pulau Tanakeke, Sulawesi Selatan, Indonesia. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 13(3), 439–454.

Ismail, I., Suruwaky, A., Mustasim, M., Poltak, H., & Arfah, A. (2021). Improving Understanding Of Mangrove Ecosystem For Sustainability Of Mangrove Crab Fisheries. JCES (Journal of Character Education Society), 4(2), 312–320.

Parni, B., Prianto, E., Hasbi, M., & Hendrizal, A. (2020). Pengembangan budidaya kepiting bakau (Scylla sp) sistem silvofishery untuk melestarikan hutan bakau di kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 12(2), 101–108.

Permana, R., & Andhikawati, A. (2023). Penanaman bibit mangrove di kawasan Tanjung Cemara Kabupaten Pangandaran sebagai upaya perlindungan wilayah pesisir. Farmers: Journal of Community Services, 4(1), 11–16.

Prasenja, Y. (2018). Peran masyarakat dalam pengelolaan ekominawisata pulau Lusi, kabupaten Sidoarjo. Majalah Geografi Indonesia. https://doi.org/10.22146/MGI.28695

Rustam, R., Hamsiah, H., & Hartinah, H. (2020). Pengembangan Usaha Budidaya Kepiting Dalam Kawasan Hutan Mangrove Melalui Sistem Silvofishery Yang Berbasis Masyarakat. Jurnal Balireso: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 5(2), 133–140.

Sabri, M., Suratman, M., & Shari, N. (2021). Management Action Plans for Development of Mangrove Forest Reserves. Mangroves: Ecology, Biodiversity and Management. https://doi.org/10.1007/978-981-16-2494-0_20

Syamsu, I. F., NUGRAHA, A. Z., NUGRAHENI, C. T., & WAHWAKHI, S. (2018). Kajian Perubahan Tutupan Lahan di Ekosistem Mangrove Pantai Study of Land Cover Change in the Mangrove Ecosystem of the East Coast of Surabaya. Jurnal Media Konservasi, 13(2), 122–131.

Wamnebo, M. I., & Wamnebo, A. R. (2021). Budidaya Kepiting Bakau (Scylla sp.) di Wilayah Pesisir Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan. Buletin Swimp, 1(02), 96–102.

Wibowo, K. (2006). Pelestarian Hutan Mangrove Melalui Pendekatan Mina Hutan (Silvofishery). 7, 143205. https://doi.org/10.29122/JTL.V7I3.386

Zega, A., Susanti, N. M., Tillah, R., Laoli, D., Telaumbanua, B. V., Zebua, R. D., Dawolo, J., Zebua, O., & Gea, A. S. A. (2024). Strategi Inovatif Dalam Menghadapi Degradasi Ekosistem: Kajian Terbaru Tentang Peran Vital Hutan Mangrove Dalam Konservasi Lingkungan. Zoologi: Jurnal Ilmu Peternakan, Ilmu Perikanan, Ilmu Kedokteran Hewan, 2(2), 71–83.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-24 — Diperbaharui pada 2025-12-24

Cara Mengutip

Poltak, H., Ernawati, Ismail, Daniel Heintje Ndahawali, Asthervina Widyastami Puspitasari, Agung Setia Abadi, Kadarusman, Handayani, Saidin, Ghurdi, Fataha Ilyas Hasan, Ahmad Yani, Desilina Arif, Rusli, Chandika LestariaJi, & Akbar Falah Tantri. (2025). Pengembangan Sistem Silvofishery untuk Budidaya Kepiting Bakau Berkelanjutan di Kawasan Mangrove Kladufu. Buletin SWIMP, 5(2), 010–018. https://doi.org/10.15578/bs.v5i2.83

Terbitan

Bagian

Articles