EDUKASI PENANGANAN KETAM KENARI (Birgus latro) YANG DISELAMATKAN OLEH BALAI KONSERVASI SUMBERDAYA DARI PERDAGANGAN ANATAR NEGARA
Kata Kunci:
Ketam kenari, Konservasi, PenyuluhanAbstrak
Populasi ketam kenari di alam terjadi penurunan dari tahun ke tahun yang disebabkan penangkapan yang berlebihan. Salah satu tujuan penangkapan adalah selain untuk kegiatan konsumsi dan diperjual belikan baik pasar lokal, nasional, hingga manca negara. Pada tanggal 19 Oktober 2021 dilakukan penggagalan penjualan ketam kenari ke luar negri Malaysia dan Hongkong oleh Balai Konservasi Sumberdaya Alam Kota Sorong yang saat itu berada di Bandara DEO Kota Sorong. Tujuan Kegiatan ini adalah untuk mengedukasi perawatan, pemeliharaan ketam kenari yang di Amankan, serta edukasi ketam kenari sebelum di lepas liarkan kembali di Alam. Metode kegiatan dalam memelihara ketam kenari yaitu dengan melepaskan ketam kenari pada Bak/kolam dengan sedikit memberi air ±2 cm, kemudian diberi shelter, serta pemberian pakan dilakukan 2 kali yaitu pagi dan sore hari. Sebelum dilepasliarkan dialam dilakukan sosialisasi oleh BKSDA kepada tokoh adat, kepala kampung, kepala dinas kelautan dan perikanan serta masyarakat tentang ekosistem dan manfaat serta status ketam kenari. Hasil kegiatan pemeliharaan didapatkan bahwa ketam kenari dalam kondisi sehat dan sudah siap untuk dilakukan pelepasliaran dialam serta masyarakat mulai menyadari tentang keberdaan dari ekosistem ketam kenari.
Referensi
Aris, M., & Malan, S. (2021). BAKTERI PATOGEN PADA KEPITING KELAPA (Birgus latro). Jurnal Perikanan Tropis, 8(1), 57. https://doi.org/10.35308/jpt.v8i1.2555
Elfindri. (2011). Beberapa Teknik (MONEV) Monitoring Evaluasi. Jurnal Kesehatan Komunitas, 1(3), 106–128.
Muktiali, M. (2009). Penyusunan Instrumen Monitoring Dan Evaluasi Manfaat Program Pembangunan Di Kota Semarang. Riptek, 3(2), 11–20.
Nining, N., & Yeni, Y. (2019). Edukasi dan Sosialisasi Gerakan masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 5(1), 36. https://doi.org/10.22146/jpkm.32434
Normina. (2014). Masyarakat Dan Sosialisasi. Ittihad Jurnal Kopertais Wilayah XI Kalimantan Volume, 12(22), 107–115. http://sharenexchange.blogspot.com/2010/02/sosialisasi-masyarakat_8061.
Pratiwi, R. (1989). KETAM KELAPA, Birgus latro (LINNAEUS 1767) (CRUSTACEA, DECAPODA, COENOBITIDAE) DAN BEBERAPA ASPEK BIOLOGINYA. Oseana, 2(1), 47–53.
Suari, E., Samson, S. A., & Mustakim, M. (2015). HUBUNGAN PANJANG BERAT, KEPADATAN RELATIF DAN POLA PENYEBARAN KETAM KELAPA (Birgus latro) DI KEPULAUAN MARATUA KECAMATAN MARATUA KABUPATEN BERAU. Jurnal Ilmu Perikanan Tropis, 21(1), 30–39.
Sulistiono, Ibadillah, Vitas, & Simanjutak, C. P. (2009). TEKNOLOGI PRODUKSI BIBIT KETAM KENAFtI (Birgus latro) : PENETASAN TELUR KETAM KENARI. Prosiding Seminar Hasil-Hasil Penelitian IPB.
Supyan, & Abubakar, Y. (2016). STUDI POTENSI KEPITING KENARI (Birgus latro) BERUKURAN DEWASA DI PANTAI BARAT PULAU TERNATE PROPINSI MALUKU UTARA. Jurnal Techno, 05(1), 96–108.
Wakum, A., Takdir, M., & Talakua, S. (2017). JENIS-JENIS KIMA DAN KELIMPAHANNYA DI PERAIRAN AMDUI DISTRIK BATANTA SELATAN KABUPATEN RAJA AMPAT. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 1(1), 43–52. www.ejournalfpikunipa.ac.id
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Agung Setia Agung, M. Ali Ulath, Eko B. Supriyadi, Moh. Taher Anakota, Arif Rahman Basri, Wahyudin Wahyudin, Ferdinando Boger, Christina Situmorang, Intanurfemi B. Hismayasari, Ernawati Ernawati, Asthervina W. Puspitasari

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







